BEKASI | Terastv.com – Niat baik Polres Metro Bekasi untuk mempererat silaturahmi melalui acara Halal Bihalal bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) dan LSM se-Kabupaten Bekasi justru menuai reaksi beragam di jagat maya. Unggahan media sosial akun Gue Cikarang yang meliput kegiatan tersebut mendadak viral dan menjadi sasaran kritik pedas (dirujak) oleh para netizen.
Acara yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026) sore di sebuah rumah makan di kawasan Cibatu, Cikarang Selatan ini sebenarnya bertujuan positif. Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 85 perwakilan ormas besar seperti Pemuda Pancasila, Garda Bekasi, GMBI, Gibas, hingga Maluku Satu Rasa.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Sumarni menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah pasca Idul Fitri dan mengajak ormas bersinergi dalam program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara tersebut ditutup dengan makan bersama dan pembagian 100 paket sembako berupa beras.
Namun, kehangatan yang tercipta di lokasi acara tampak kontras dengan suasana di kolom komentar akun Instagram/Facebook Gue Cikarang. Hingga sembilan jam setelah diunggah, postingan tersebut telah mendapat lebih dari 339 suka dan dibanjiri setidaknya 86 komentar yang mayoritas bernada miring.
Banyak netizen yang mempertanyakan urgensi pertemuan dengan ormas ketimbang melakukan aksi sosial langsung kepada masyarakat kecil atau menyoroti infrastruktur yang rusak.
Beberapa komentar “rujakan” netizen yang menarik perhatian di antaranya:
Akun Muman-Maman: “Kalau anak-anak yatim-piatu lebih cocok diajak makan bersama dan doanya insyaallah manjur.”
Akun Rumput SS: “Lumayan ayam dari Cikarang Selatan dalam freezer akhirnya habis dimakan juga, Alhamdulillah gak mubazir tuh.”
Akun Bogell: “Tau ah… Jalanan amburadul aja pada jedog (diam) bae..”
Meskipun para tokoh ormas seperti Ketua WBI H. Apud dan Ketua Garda Bekasi Samsudin memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepolisian yang menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama lebaran, suara di media sosial menunjukkan adanya gap persepsi antara pihak otoritas dan masyarakat umum.
Kritik netizen ini menjadi cermin bahwa masyarakat Kabupaten Bekasi sangat mendambakan perhatian aparat dan elemen daerah pada isu-isu yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari, seperti perbaikan jalan dan santunan bagi warga kurang mampu.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan di akun Gue Cikarang masih terus memicu perdebatan di antara para netizen yang penasaran dengan arah hubungan harmonis antara ormas dan kepolisian di masa depan. (Red)




