Karawang, terastv.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang merilis data terbaru terkait kondisi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.
Hingga Senin (2/2/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat lima kecamatan masih terdampak banjir. Meski demikian, BPBD mencatat adanya tren penurunan jumlah wilayah tergenang dibandingkan laporan sebelumnya.
Berdasarkan laporan resmi BPBD, saat ini terdapat 10 desa di 5 kecamatan yang masih mengalami genangan air, yakni:
Kecamatan Cilamaya Wetan
Kecamatan Karawang Barat
Kecamatan Rengasdengklok
Kecamatan Telukjambe Barat
Kecamatan Telukjambe Timur
Dampak Terhadap Permukiman dan Warga
Banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Tercatat sebanyak 1.556 unit rumah terendam banjir yang dihuni oleh sedikitnya 1.800 Kepala Keluarga (KK).
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau ketinggian air, melakukan evakuasi, serta membantu pemenuhan kebutuhan mendesak warga, baik di lokasi pengungsian maupun warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Sektor Pertanian dan Tambak Terdampak
Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pertanian dan perikanan. Adapun rincian lahan terdampak meliputi:
Sawah: 1.139 hektare (Ha)
Tambak: 1.916 hektare (Ha)
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi bagi petani serta petambak, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah Kabupaten Karawang.
Pemerintah Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tulis BPBD Kabupaten Karawang dalam keterangan resminya.




