Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

Ratusan Petasan Dan Mesiu Disita Usai Salat Id di Tulungagung, Gegana Turun Tangan

TULUNGAGUNG | Terastv.com – Jajaran Polsek di bawah Polres Tulungagung menyita ratusan petasan setelah Salat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026).

Selain petasan yang siap diledakkan, polisi juga menyita belasan kg bubuk mesiu yang belum diisikan dalam selongsong petasan.

Polres Tulungagung menggandeng Brimob Polda Jawa Timur untuk proses pemusnahan semua bahan peledak ini.

Gegana Brimob Polda Jatim Musnahkan Ratusan Petasan dan Mesiu
Proses pemusnahan dilakukan di Gunung Cemenung Kecamatan Rejotangan yang jauh dari permukiman.

“Kami menggandeng Gegana Brimob Polda Jatim untuk memusnahkan petasan hasil tindakan kepolisian,” ujar Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan.

Selain penindakan setelah salat Idul Fitri, ada pula bubuk mesiu maupun bahan baku bubuk mesiu yang disita selama Ramadan.

Pengungkapan paling banyak ada di Polsek Sumbergempol, di antaranya petasan berdiameter 10 cm dan panjang 25, jumlahnya lebih dari 50.

Baca Juga  Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Karawang Diprediksi Terjadi 28–29 Maret

Selain itu ada bubuk mesiu yang belum diisikan ke selongsong seberat 5,7 kg.

Menurut Maga, penyitaan petasan dan bahan pembuatnya ini untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkan.

“Tahun ini tidak ada kejadian ledakan petasan yang menyebabkan kerusakan atau korban. Penyitaan ini salah satu upaya pencegahan,” tegasnya.

Para pelaku pemilik petasan dan bahan peledak ini rata-rata berusia 10-15 tahun.

Karena mereka masih di bawah umur, maka proses penyelesaian melalui mediasi dan dikembalikan ke orang tua.

Namun untuk pelaku yang sudah dewasa atau 18 tahun ke atas, maka perkaranya diteruskan dalam proses penyidikan.

“Ini yang perlu jadi perhatian orang tua, bantu polisi dengan mengawasi anak-anak ini. Jangan sampai mereka melakukan perbuatan yang sama,” katanya.

Kemampuan membuat petasan ini didapat dari YouTube atau TikTok.

Demikian juga pengetahuan bahan baku dan cara meracik bahan peledak ini juga didapat secara daring.

Baca Juga  Polres Wonosobo: Jalur mudik dan wisata menjadi prioritas pengamanan

Bahan-bahan ini juga dibeli lewat aplikasi jual beli daring.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, mengaku melakukan penyitaan petasan dan bubuk mesiu di 4 desa, yaitu di Desa Doroampel, Trenceng, Bendilwungu, serta Wates.

Menurutnya, upaya penindakan dilakukan berkaca pada kejadian tahun sebelumnya.

Saat itu terjadi ledakan petasan yang menyebabkan 4 orang mengalami cacat permanen.

“Untuk mencegah hal yang sama terulang, kami menggalakkan penyitaan setelah Salat Id. Seperti tradisi warga, mereka biasa menyalakan petasan setelah Salat Id,” ungkap Anshori.

Kejadian tahun 2025 sebenarnya tidak dilaporkan ke Polsek Sumbergempol.

Saat itu 4 korban dirawat di Puskesmas Sumbergempol.

Karena kondisi korban luka parah karena ledakan bahan peledak, pihak Puskesmas akhirnya menghubungi Polsek Sumbergempol.

“Jangan sampai menyesal, mengalami cacat tubuh karena ledakan petasan. Itu yang kami antisipasi,” pungkas Anshori.

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Hari Pertama Kerja, Pemkab Karawang Gelar Apel dan Halal Bihalal

Karawang | Terastv.com – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal pada hari pertama masuk kerja pascalibur Hari Raya...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal