Karawang | Terastv.com – Kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana di Jawa Barat selangkah lebih dekat menuju status kawasan konservasi setelah melalui proses panjang sejak 2021. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan RI kini tengah mengkaji usulan perubahan fungsi hutan tersebut menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).
Wilayah hutan yang membentang di empat kabupaten, yakni Karawang, Bogor, Cianjur, dan Purwakarta, direncanakan akan dialihfungsikan menjadi kawasan konservasi guna menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Annisa Sutarno, menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan telah membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian mendalam terhadap usulan tersebut. Tim ini dijadwalkan mulai melakukan peninjauan lapangan pada 1 April 2026.
Selain Pegunungan Sanggabuana, terdapat sejumlah kawasan hutan lain yang juga diusulkan menjadi Tahura, di antaranya hutan Cibungur di Purwakarta dan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung.
Berdasarkan data SCF, kawasan Pegunungan Sanggabuana memiliki nilai ekologis tinggi dengan menjadi habitat bagi sedikitnya 482 jenis satwa liar. Dari jumlah tersebut, 50 jenis di antaranya merupakan satwa dilindungi secara nasional.
Tak hanya itu, sebanyak 292 spesies tercatat masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta 43 spesies lainnya terdaftar dalam Appendix Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
Hasil eksplorasi ilmiah juga mencatat keberadaan 311 individu owa jawa (Hylobates moloch) serta 20 individu macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang hidup di kawasan tersebut.
Tingginya tingkat keanekaragaman hayati tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mendorong perlindungan maksimal melalui skema kawasan konservasi.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi berbagai spesies langka yang ada di Pegunungan Sanggabuana.
Sumber: Kompas.com




