Karawang, terastv.com Insiden plafon ambruk yang menimpa seorang siswa SMPN 1 Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang. Peristiwa tersebut menimpa Irsyad Aksan (14), siswa kelas VIII, saat berada di lingkungan sekolah.
Disdikbud Karawang menegaskan agar pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dan tepat pascakejadian, terutama terkait penanganan korban serta menjamin keselamatan peserta didik lainnya di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Karawang, Yanto, M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Menurutnya, keselamatan siswa merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan oleh seluruh satuan pendidikan.
Yanto mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah untuk memastikan korban mendapatkan penanganan maksimal. Ia juga meminta sekolah segera mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Selain itu, Disdikbud Karawang mengingatkan seluruh sekolah di bawah naungannya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sarana dan prasarana. Evaluasi serta pengecekan rutin terhadap bangunan sekolah, termasuk plafon dan struktur lainnya, dinilai penting untuk mencegah potensi kecelakaan.
Sementara itu, ayah korban, Ikin Sodikin (37), menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menunjukkan tanggung jawab atas kejadian tersebut dengan menanggung seluruh biaya pengobatan anaknya hingga dinyatakan sembuh total.
Sebelumnya, keluarga korban menyebut pihak sekolah telah memberikan bantuan awal sebesar Rp4 juta yang ditambah dengan sumbangan dari sejumlah guru untuk biaya perawatan. Namun, hingga hari ke-20 pascakejadian, kondisi Irsyad masih dalam proses pemulihan akibat cedera pada tulang.




