BEKASI | TERASTV.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga berkontribusi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menyebut MBG sebagai salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
“Jika sebelumnya satu anak membutuhkan uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari untuk makan, kini anggaran tersebut bisa ditabung atau dialihkan untuk kebutuhan lain dalam keluarga,” jelas Fadly.
Selain berdampak pada kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengoptimalkan MBG sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Berdasarkan arahan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah bertugas menjadi koordinator Satuan Tugas (Satgas) MBG.
“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk tahun 2026 melalui SK Bupati. Setelah itu kami langsung bergerak turun ke lapangan,” katanya.
Salah satu strategi utama adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahan baku pangan diupayakan tidak lagi dibeli dari pasar dengan harga tinggi, melainkan langsung dari produsen lokal.
“Kami mendorong petani menjual hasil panennya ke BUMDes, kemudian BUMDes memasok ke dapur MBG. Dengan skema ini, petani terbantu, BUMDes tumbuh, dan ekonomi desa berputar,” ungkapnya.
Sebagai contoh keberhasilan model ini, BUMDes Pebayuran di Desa Karangpatri kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja.
“Model ini akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUMDes lain di Kabupaten Bekasi dapat berkembang serupa,” tambah Fadly.
Menurutnya, sinergi MBG dengan potensi lokal merupakan langkah strategis agar program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
“Tujuannya menumbuhkan perputaran ekonomi wilayah. BUMDes diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG, sementara petani, nelayan, dan pembudidaya menjadi mitra pemasoknya,” pungkasnya.




