Bandar Lampung | Terastv.com – Pengadilan Negeri (PN) kembali menggelar sidang pembuktian kasus proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran tahun 2022 pada Selasa (21/4/2026).
Dalam persidangan tersebut, muncul fakta baru terkait dugaan saksi sebelumnya, Roy Marta, yang diduga memberikan keterangan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi dari Dinas PUPR. Saksi tersebut menegaskan bahwa saat proyek berpindah dari Dinas Perkim ke PUPR, tidak ada dokumen perencanaan yang diserahkan, berbeda dengan pernyataan Roy pada sidang sebelumnya.
Indra, salah satu saksi yang disebut Roy menerima dokumen perencanaan, membantah hal tersebut. Menurutnya, ia bersama rekannya Angga sempat menemui Roy untuk meminta dokumen, namun Roy menyatakan tidak ada.
Roy bahkan menyarankan agar mereka menemui Rian, konsultan perencanaan. Namun, Rian juga menyampaikan hal serupa, bahwa dokumen tersebut tidak ada dan masih akan dicari.
Hal ini diperkuat oleh kesaksian Angga. Ia mengaku sempat memberikan sebuah flashdisk untuk diisi file perencanaan, tetapi tidak ditemukan dokumen yang dimaksud.
“Isi flashdisk bisa dicek, tidak ada dokumen perencanaan. Setelah itu saya bersama Indra melapor ke Kabid Anwar Sadat, lalu diminta kembali menanyakan ke Roy, tapi hasilnya tetap sama,” ujar Angga.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar dan membuka dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang menginginkan proyek SPAM 2022 gagal.
Keterangan lain juga muncul dari Raymon, konsultan perencanaan baru yang ditunjuk PUPR Pesawaran. Ia mengungkapkan bahwa dalam menyusun perencanaan baru, dirinya dibantu oleh Rian yang sebelumnya terlibat dalam perencanaan di Perkim.
Namun, Raymon menyoroti adanya beberapa elemen penting yang tidak dimasukkan oleh Rian dalam perencanaan baru tersebut.
“Rian mengaku tidak memiliki dokumen perencanaan dari Perkim. Karena itu saya meminta bantuannya untuk menyusun perencanaan baru dengan harapan bisa sesuai dengan perencanaan awal,” jelas Raymon.
Sidang ini semakin memperlihatkan adanya kejanggalan dalam proses perencanaan proyek SPAM Pesawaran 2022, yang kini menjadi sorotan publik dan aparat penegak hukum.
(Sumarah)




