Banjarmasin | Terastv.com, 14 April 2026 – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan pemantauan terjadinya fluktuasi harga dan memastikan ketersediaan sejumlah komoditas bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional dan distributor.
Kegiatan turun langsung ke lapangan tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, dengan meninjau Pasar Tradisional Kalindo serta gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih Banjarmasin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakot Banjarmasin Siane Apriliawati, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin, serta jajaran perangkat daerah terkait lainnya.
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran sekaligus memantau perkembangan harga, khususnya dalam upaya menjaga stabilitas dan menekan laju inflasi di Kota Banjarmasin.
Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Tradisional Kalindo menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
“Dari hasil monitoring hari ini di Pasar Kalindo, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras. Sementara itu, harga telur mengalami penurunan, minyak goreng relatif stabil dan beberapa jenis cabai mulai turun meskipun harganya masih tergolong tinggi,” ujarnya.
Selain memantau kondisi di pasar, rombongan juga melakukan peninjauan ke gudang distributor di kawasan Basirih, tepatnya di PT Agro Bogo Utama Banjarmasin, yang menjadi salah satu pemasok kebutuhan daging, sayur, serta produk seafood beku di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
“Dari hasil peninjauan di pergudangan, diketahui bahwa distribusi bahan pokok tidak hanya untuk Kota Banjarmasin, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Martapura, Banjarbaru, Pelaihari hingga Kapuas. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil,” jelasnya.
Dolly juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kota Banjarmasin masih menjadi perhatian, mengingat saat ini berada pada posisi kedua tertinggi di Kalimantan Selatan.
“Kita berharap melalui monitoring ini, kita dapat melihat secara langsung bagaimana perkembangan harga di lapangan serta dampaknya terhadap inflasi. Dengan demikian, langkah pengendalian dapat segera dilakukan secara tepat,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kondisi beberapa komoditas lokal, seperti ikan haruan, yang saat ini cukup sulit ditemukan di pasaran.
“Untuk ikan haruan, saat ini ketersediannya cukup terbatas bahkan cenderung kosong. Padahal, komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui TPID akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Sumber : antaranews.com




