Kamis, April 23, 2026
spot_img

Pemprov Jakarta Gelar Tangkap Ikan Sapu-sapu Serentak, Terkumpul 6,9 Ton

Terastv.com | Pemerintah Provinsi Jakarta mulai mengambil langkah konkret untuk mengatasi lonjakan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengancam keseimbangan ekosistem perairan. Dalam kegiatan penangkapan massal yang digelar serentak di lima wilayah pada Jumat, 17 April 2026, total 6,98 ton ikan sapu-sapu berhasil dikumpulkan.

Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa hasil tersebut menjadi sinyal awal perlunya upaya berkelanjutan untuk menekan populasi ikan invasif tersebut. “Yang paling utama di Jakarta Selatan, itu lebih dari 3,5 ton (terkumpul) dan total hampir 6,5 ton ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap,” ucap Pramono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 19 April 2026.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta, jumlah total tangkapan mencapai 6,98 ton dalam satu hari kegiatan. Rinciannya, di Jakarta Utara yang berlokasi di saluran permukiman Kelapa Gading Barat, tercatat 545 ekor dengan berat sekitar 271 kilogram. Sementara itu, di Jakarta Barat, tepatnya di Kali Anak TSI, Cengkareng, ditemukan 71 ekor dengan total berat 17 kilogram.

Untuk wilayah Jakarta Pusat yang mencakup tujuh kecamatan, jumlah tangkapan mencapai 536 ekor atau sekitar 565 kilogram. Di Jakarta Timur yang melibatkan 10 kecamatan, tercatat 4.128 ekor dengan berat mencapai 825 kilogram. Adapun Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah tangkapan terbesar, yakni di pintu air outlet Setu Babakan, Srengseng Sawah, dengan total 63.600 ekor atau setara 5.300 kilogram.

Baca Juga  dr. Hj. Eka Puspita Notonogoro, BSM., MM., Perempuan Inspiratif di Dunia Kesehatan, Gaungkan Semangat Kartini

Pramono menegaskan, dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, populasi ikan tersebut telah mencapai lebih dari 60 persen di sejumlah perairan ibu kota. “Bahkan KKP sebenarnya melaporkan ke saya lebih dari 70 persen, tapi saya belum terlalu meyakini dan saya menyampaikan kemarin lebih dari 60 persen,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jakarta berencana menyiapkan petugas khusus yang akan fokus melakukan pembersihan dan penangkapan ikan sapu-sapu secara berkala. Upaya ini melibatkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) agar pengendalian populasi dapat berjalan konsisten.

“Jakarta akan punya PPSU untuk secara berkala membersihkan ikan sapu-sapu di Jakarta. Sebab kalau tidak, maka ekosistem air Jakarta pasti akan rusak,” terang Pramono.

Gerakan penangkapan massal ini juga merupakan respons atas viralnya temuan ikan sapu-sapu di aliran kali dekat Plaza Indonesia. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, terlihat banyak ikan tersebut memenuhi aliran air, memicu kekhawatiran publik.

Pemprov Jakarta pun mengintegrasikan kegiatan ini dengan kerja bakti yang lebih luas, termasuk pengerukan sedimen dan perbaikan saluran air. “Tapi tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air dan sebagainya,” ujar Pramono.

Baca Juga  Praktisi HRD & Hubungan Industrial Beri Motivasi Siswa PKL di Karawang

Fenomena dominasi ikan sapu-sapu sendiri bukan hal baru di wilayah perkotaan. Ikan yang dikenal sebagai pembersih akuarium ini tergolong spesies invasif yang dapat berkembang pesat dan mengganggu habitat ikan lokal. Kemampuannya bertahan di lingkungan tercemar membuat populasinya sulit dikendalikan jika tidak dilakukan penanganan terpadu.

Pantauan di lapangan pada Selasa, 14 April 2026, menunjukkan keberadaan ikan sapu-sapu masih terlihat di sepanjang aliran kali dekat gerbang barat Plaza Indonesia. Dalam radius sekitar 100 hingga 150 meter, puluhan ikan tampak bergerombol, terutama di bawah jembatan. Beberapa di antaranya terlihat diam, sementara sebagian kecil lainnya masih aktif berenang.

Seorang warga setempat, Dede (35), mengungkapkan bahwa meski sempat dilakukan pembersihan, ikan-ikan tersebut kembali muncul. “Kayaknya belum dibersihin total atau emang karena ini aliran kali ya, jadi dateng lagi ikannya. Soalnya ikannya juga tetap lumayan gede (sekarang),” katanya.

Melihat kondisi tersebut, langkah berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas perairan Jakarta. Tanpa pengendalian yang konsisten, dominasi ikan sapu-sapu berpotensi merusak keseimbangan ekosistem sekaligus mengganggu fungsi saluran air di ibu kota.

 

Sumber : PIKIRAN RAKYAT

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Sekda Karawang Tekankan Prinsip 4P dalam Pelayanan Publik ASN

KARAWANG | Terastv.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menegaskan pentingnya penerapan prinsip 4P dalam pelaksanaan pelayanan publik oleh Aparatur Sipil Negara...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal