GoKar
Selasa, Juni 2, 2026
spot_img

Gelorakan Spirit Keadilan dari Bumi Lebak, Wamen: Pancasila Harus Terasa Getarannya di Ruang Kelas

Lebak, Banten | Terastv.com 1 Juni 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza UI Haq, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir secara nyata dalam penyelenggaraan pendidikan melalui akses yang adil, layanan yang merata, dan keberpihakan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Wamen Fajar, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol kenegaraan atau sekadar hafalan, melainkan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik, termasuk di bidang pendidikan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

“Pancasila harus terasa getarannya dalam pelayanan publik, di ruang-ruang kelas yang jauh dari ibu kota, dan di hati setiap anak Indonesia yang sedang menyalakan harapan untuk masa depan,” tegas Wamen.

Ia menjelaskan bahwa komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi instrumen yang memanusiakan manusia sekaligus membuka jalan bagi setiap warga negara untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyoroti Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu wujud nyata implementasi Sila Kelima. Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.

Baca Juga  HLUN 2026, Kemensos Gelar Layanan Home Care Lansia Gratis

“Negara harus hadir memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar dan meraih cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang peserta didik melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pelaksanaan uji coba MBG di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Fajar juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi merupakan fondasi penting bagi proses belajar yang optimal. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Lebak sebagai lokasi peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam. Lebak dikenal sebagai daerah yang menyimpan jejak perjuangan melawan ketidakadilan, sebagaimana tergambar dalam karya Max Havelaar yang lahir dari pengalaman Multatuli ketika bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, sejarah tersebut mengingatkan bahwa negara harus senantiasa berpihak kepada kemanusiaan, menjunjung keadilan, dan menghadirkan pelayanan yang melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Baca Juga  Sekolah Rakyat Trenggalek Tempa Gadis Kembar Optimistis Gapai Cita-Cita

Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa Pancasila merupakan titik temu yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia. Pancasila tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan perbedaan, melainkan menjadi rumah bersama yang menjaga persatuan di tengah keragaman suku, agama, budaya, dan golongan.

Nilai inklusivitas tersebut, lanjutnya, juga tercermin dalam penghormatan terhadap masyarakat adat Baduy yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Lebak. Pembangunan pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya, menghormati kearifan lokal, serta menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Fajar juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji penguatan pengajaran bahasa asing sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global peserta didik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Sejalan dengan tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya untuk diperingati, tetapi untuk dihidupi. Nilai-nilainya harus tercermin dalam cara kita melayani, mendidik, bekerja, dan membangun masa depan bangsa,” pungkas Fajar

Sumber : kemendikdasmen 

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Lapas Karawang Deklarasi Perang terhadap HP Ilegal, Narkoba dan Penipuan, APH Turun Langsung

Karawang, Terastv.com— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan secara serentak bersama seluruh Unit...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal