GoKar
Minggu, Oktober 18, 2026
spot_img

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Karawang Ajak Kader Jangan Lupakan Sejarah

Karawang | Terastv.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Karawang menggelar malam refleksi memperingati 30 tahun Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996 melalui pertunjukan teatrikal bertajuk “Suara Diponegoro” yang dipadukan dengan renungan dan doa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang pada Sabtu malam (27/07/2026).

Peringatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak berdasarkan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan. Sebelum malam refleksi dimulai, DPC PDI Perjuangan Karawang terlebih dahulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang pada sore harinya.

Melalui pertunjukan teatrikal “Suara Diponegoro”, para kader menampilkan kembali rekonstruksi peristiwa penyerangan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, pada 27 Juli 1996. Pementasan tersebut menggambarkan semangat perjuangan, pengorbanan, serta pentingnya mempertahankan nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Baca Juga  Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Dr. Anwar Hidayat, S.H., M.H., didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Toto Suripto, S.E., menegaskan bahwa peringatan Tragedi Kudatuli bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga dan merawat ingatan kolektif terhadap sejarah perjuangan bangsa.

“Sebagai anak-anak ideologis Bung Karno dan kader PDI Perjuangan, siapa lagi yang akan merawat ingatan sejarah ini kalau bukan kita? Peristiwa Kudatuli bukan sekadar untuk dikenang, melainkan menjadi pesan moral penting agar kita jangan sekali-kali melupakan sejarah atau Jasmerah,” ujar Anwar Hidayat saat diwawancarai awak media.

Baca Juga  Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Ia menambahkan, tragedi Kudatuli merupakan pengingat bahwa demokrasi harus terus dijaga agar tidak kembali mengalami penyempitan ruang seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Menurutnya, nilai-nilai konstitusi, kebebasan berpendapat, serta semangat perjuangan harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang berharap seluruh kader semakin memperkuat komitmen dalam menjaga ideologi partai, merawat semangat perjuangan, serta terus mengawal demokrasi demi terwujudnya kehidupan politik yang lebih adil, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.***

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Di Balik Tumpukan Kayu dan Besi di Wadas, Ada Pertanyaan soal Asal Barang, Lahan, dan Perizinan

KARAWANG | Terastv.com — Aktivitas penampungan dan jual-beli material bekas berupa kayu, plywood, besi hingga pelat di Jalan Interchange Karawang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal