KARAWANG | Terastv.com — Setelah sebelumnya menggelar sosialisasi Program GOKAR Peduli Sekolah, PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara mulai melakukan tahap uji coba layanan antar-jemput pelajar di SMP Negeri 1 Karawang Timur, Kamis, 3/9/2026
Dalam tahap percobaan tersebut, sebanyak 10 orang siswa mengikuti simulasi layanan antar-pulang sekolah dengan didampingi 10 orang driver GOKAR. Masing-masing siswa diantar oleh satu driver menuju alamat rumah mereka masing-masing setelah kegiatan belajar selesai.
Uji coba tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum program layanan antar-jemput pelajar direncanakan untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas bagi ratusan siswa.
Pihak GOKAR menyatakan, sebelum program benar-benar dijalankan secara lebih luas, masih diperlukan sejumlah tahapan percobaan untuk memastikan kesiapan sistem, pengemudi, mekanisme penjemputan, titik pengantaran, komunikasi dengan pihak sekolah serta aspek keamanan dan kenyamanan para siswa.
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan peluncuran penuh layanan, melainkan tahap awal untuk melihat secara langsung bagaimana sistem antar-jemput dapat berjalan di lingkungan sekolah.
“Setelah sebelumnya kami melakukan sosialisasi Program GOKAR Peduli Sekolah, hari ini kami melakukan uji coba secara terbatas dengan 10 siswa dan 10 driver GOKAR. Setiap siswa diantar pulang oleh satu driver menuju alamat rumahnya masing-masing,” ujar Syuhada Wisastra.
Menurutnya, tahap percobaan menjadi hal penting karena layanan yang berkaitan dengan mobilitas pelajar harus dipersiapkan secara matang.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Sebelum nantinya diterapkan kepada jumlah siswa yang lebih banyak, kami perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu. Kemungkinan akan dilakukan dua sampai tiga kali tahap percobaan agar kami benar-benar mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dan disempurnakan,” katanya.
Evaluasi Sebelum Diterapkan Lebih Luas
Dalam pelaksanaan uji coba tersebut, tim GOKAR melakukan pemantauan terhadap perjalanan para driver dan siswa.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari ketepatan waktu keberangkatan dari sekolah, komunikasi antara driver dengan siswa, keamanan selama perjalanan, ketepatan alamat tujuan hingga evaluasi terhadap rute perjalanan.
Menurut Syuhada, setiap masukan dari siswa, orang tua, pihak sekolah maupun para driver akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen GOKAR.
“Program ini harus dibangun dengan sistem yang baik. Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian utama kami. Karena itu, seluruh proses percobaan ini akan kami evaluasi bersama-sama sebelum mengambil langkah berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila hasil dari beberapa kali uji coba menunjukkan kesiapan yang baik dan seluruh mekanisme telah memenuhi kebutuhan serta kesepakatan dengan pihak terkait, maka program dapat dipertimbangkan untuk diterapkan dalam jumlah yang lebih besar.
“Harapan kami, apabila seluruh tahapan evaluasi berjalan baik, ke depan layanan ini dapat memberikan alternatif transportasi bagi para siswa. Namun semuanya tetap melalui proses dan evaluasi yang matang,” katanya.
Siswa Mengaku Senang Ikuti Percobaan Antar-Jemput
Salah seorang perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan uji coba mengaku senang mendapat kesempatan menjadi bagian dari percobaan Program GOKAR Peduli Sekolah.
Menurutnya, layanan antar-pulang sekolah tersebut memberikan pengalaman baru, khususnya karena siswa dapat pulang ke rumah dengan menggunakan layanan transportasi yang telah dipersiapkan secara khusus dalam kegiatan percobaan.
“Kami senang bisa ikut mencoba. Setelah pulang sekolah kami langsung dijemput oleh driver GOKAR dan diantar sampai ke rumah. Driver-nya juga baik dan selama perjalanan kami merasa nyaman,” ujar salah seorang siswa peserta uji coba.
Ia berharap, setelah seluruh proses evaluasi selesai, program tersebut dapat memberikan kemudahan bagi siswa yang membutuhkan sarana transportasi untuk pergi dan pulang sekolah.
Siswa lainnya juga menyampaikan bahwa kehadiran layanan antar-jemput yang terorganisasi dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelajar.
“Menurut saya program seperti ini bagus karena bisa membantu siswa yang membutuhkan kendaraan untuk pulang. Semoga ke depan setelah dievaluasi, programnya bisa berjalan dengan baik dan semakin banyak teman-teman yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Driver GOKAR Ikuti Standar dan Arahan Selama Uji Coba
Para driver GOKAR yang terlibat dalam kegiatan percobaan juga mendapat arahan terkait mekanisme pelayanan kepada siswa.
Salah seorang driver GOKAR mengatakan bahwa keterlibatan pengemudi dalam uji coba tersebut menjadi pengalaman sekaligus tanggung jawab yang besar.
Menurutnya, mengantar siswa sekolah memiliki karakteristik berbeda dibandingkan layanan transportasi umum lainnya karena membutuhkan perhatian terhadap keselamatan, kenyamanan dan ketepatan waktu.
“Kami merasa senang bisa ikut dalam kegiatan uji coba ini. Namun tentu kami juga memahami bahwa membawa siswa merupakan tanggung jawab yang besar. Karena itu, kami berusaha mengikuti arahan dari manajemen dan selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar Ayi salah seorang driver GOKAR.
Ia mengatakan, kegiatan percobaan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pengemudi untuk memberikan masukan mengenai kondisi lapangan.
“Dari uji coba ini kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, seperti rute perjalanan, waktu tempuh dan titik pengantaran. Semua itu nantinya bisa menjadi bahan evaluasi agar apabila program berjalan lebih luas, sistemnya bisa semakin baik,” katanya.
Driver lainnya menambahkan bahwa komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam layanan antar-jemput pelajar.
“Komunikasi antara sekolah, siswa, orang tua, driver dan tim GOKAR harus benar-benar berjalan dengan baik. Karena itu, menurut kami tahapan percobaan seperti ini memang penting dilakukan terlebih dahulu,” ujarnya.
Dari Sosialisasi Menuju Tahap Percobaan
Uji coba layanan antar-jemput tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi Program GOKAR Peduli Sekolah yang sebelumnya dilaksanakan di SMPN 1 Karawang Timur.
Dalam kegiatan sosialisasi sebelumnya, tim GOKAR memperkenalkan perkembangan transportasi digital, pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi serta pentingnya penggunaan layanan transportasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui tahap percobaan ini, GOKAR mulai melakukan simulasi langsung untuk mengetahui kesiapan pelaksanaan program di lapangan.
Syuhada Wisastra menegaskan bahwa GOKAR ingin membangun program secara bertahap dan tidak hanya berorientasi pada jumlah pengguna.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan benar-benar memiliki manfaat dan dipersiapkan dengan baik. Tahap pertama ini hanya 10 siswa dan 10 driver. Dari sini kami akan melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, kemudian melakukan percobaan kembali apabila diperlukan,” katanya.
Menurutnya, proses dua hingga tiga kali percobaan memungkinkan tim untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap sebelum program dipertimbangkan untuk diterapkan secara lebih luas.
“Setelah beberapa kali percobaan, kami akan melihat hasil evaluasinya. Jika sistemnya sudah semakin baik dan seluruh pihak terkait siap, barulah kami dapat membahas langkah berikutnya untuk jumlah siswa yang lebih banyak,” ujarnya.
GOKAR Peduli Sekolah Diharapkan Berikan Manfaat
Program GOKAR Peduli Sekolah merupakan bagian dari upaya PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dalam membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.
Selain mengenalkan perkembangan teknologi digital dan transportasi berbasis aplikasi, program tersebut diharapkan dapat membuka peluang kegiatan yang memberikan manfaat bagi sekolah, siswa, orang tua serta masyarakat.
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan pihaknya akan terus membuka ruang evaluasi dan komunikasi dengan pihak sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat bagi kami untuk memperkenalkan aplikasi. Kami ingin membangun kolaborasi yang positif. Apa pun program yang akan kami jalankan, kami ingin mendengarkan masukan dari pihak sekolah, siswa dan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, uji coba antar-jemput di SMPN 1 Karawang Timur menjadi salah satu proses pembelajaran penting bagi manajemen GOKAR dalam mengembangkan program.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Karawang. Karena itu, setiap langkah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Uji coba ini bukan akhir, tetapi justru menjadi bagian dari proses kami untuk belajar, mengevaluasi dan memperbaiki,” tegas Syuhada.
Ke depan, hasil dari tahap percobaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi GOKAR dan pihak-pihak terkait sebelum menentukan mekanisme lanjutan Program GOKAR Peduli Sekolah.
Dengan pendekatan bertahap melalui sosialisasi, simulasi dan evaluasi lapangan, GOKAR berharap program tersebut dapat dikembangkan secara terukur serta memberikan manfaat bagi kebutuhan mobilitas pelajar di Kabupaten Karawang.
(Redaksi/Humas GOKAR)




