KARAWANG | Terastv.com – Kebutuhan perbaikan Musala As Solihin yang mengalami kebocoran hingga persoalan pasokan air untuk persawahan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., Sabtu (17/10/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026. Selain persoalan fasilitas ibadah dan pertanian, masyarakat juga mengusulkan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan jalan usaha tani, serta dukungan terhadap pelestarian budaya desa.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Lemah Duhur Agus Hasan, S.Sos., anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, DPC GMPI Kecamatan Tempuran, dan masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, salah satu anggota BPD menyampaikan kondisi Musala As Solihin yang mengalami kebocoran. Air hujan yang masuk hingga menggenangi bagian dalam bangunan dinilai mengganggu kenyamanan warga ketika melaksanakan ibadah.
Masyarakat berharap perbaikan musala tersebut bisa mendapat perhatian pemerintah melalui koordinasi dan perjuangan aspirasi wakil rakyat. Dengan begitu, fasilitas ibadah yang digunakan warga dapat kembali memberikan kenyamanan.
Selain itu, kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni dan pembangunan jalan usaha tani juga menjadi perhatian masyarakat. Kedua usulan tersebut dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan warga sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah keterbatasan pasokan air untuk mengairi lahan persawahan. Ketua kelompok tani menyampaikan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan utama petani dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian dan produktivitas hasil panen.
Warga berharap persoalan pengairan tersebut dapat dikoordinasikan dengan dinas terkait, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), maupun Perum Jasa Tirta (PJT), sesuai dengan kewenangan masing-masing. Perbaikan saluran irigasi juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mengatasi kendala pengairan yang dihadapi petani.
Tak hanya infrastruktur dan pertanian, masyarakat turut menyampaikan aspirasi mengenai pelestarian budaya lokal. Warga berharap potensi budaya yang dimiliki Desa Lemah Duhur tetap terjaga dan memperoleh dukungan agar bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kepala Desa Lemah Duhur, Agus Hasan, S.Sos., menyambut baik kegiatan pengawasan yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta anggota legislatif sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai.
Sementara itu, Pipik Taufik Ismail menegaskan bahwa kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan menjadi salah satu upaya untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting bagi kami untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” ungkap Pipik.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Lemah Duhur berharap berbagai usulan yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Mulai dari perbaikan Musala As Solihin, penanganan rumah tidak layak huni, pembangunan jalan usaha tani, hingga pembenahan saluran irigasi, warga berharap kebutuhan tersebut mendapat perhatian agar pembangunan desa dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




