GoKar
Sabtu, Oktober 17, 2026
spot_img

Banyumas Jadi Lumbung Pangan Nasional, Setya Ari Dorong Kesejahteraan Petani Ikut Naik

BANYUMAS | Terastv.com – Status Kabupaten Banyumas sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah kian diperkuat setelah wilayah ini ditunjuk mendukung program Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Nasional. Namun, di balik capaian tersebut, kesejahteraan petani diminta tidak tertinggal.

Wilayah Banyumas dinilai memiliki modal kuat untuk menopang ketahanan pangan berkelanjutan. Kondisi tanah yang subur, curah hujan yang relatif stabil, serta catatan surplus produksi menjadi faktor utama yang mendorong daerah ini masuk dalam peta strategis pangan nasional.

Pemerintah merancang pengembangan sektor pertanian Banyumas berbasis petani lokal dengan dukungan lintas sektor, termasuk BUMN dan pemerintah daerah. Sejumlah program prioritas disiapkan, mulai dari pembangunan fasilitas penggilingan padi modern, pusat pelatihan pertanian, hingga penguatan riset dan inovasi yang melibatkan generasi muda.

Baca Juga  Pilkades Sampalan Memasuki Tahap Penetapan Nomor Urut, Ahmad Basuni Nomor 1 dan Ahmad Jaenudin Nomor 2

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyambut positif penetapan tersebut. Ia menilai, peluang ini harus dimanfaatkan sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Situasi global dan perubahan iklim menjadi tantangan nyata. Karena itu, peran para pelaku sektor pangan sangat penting. Mereka adalah garda depan dalam menjaga ketahanan pangan,” terangnya.

Kesejahteraan Petani Jadi Sorotan

Meski produksi pangan meningkat, Setya Ari mengingatkan agar capaian tersebut diikuti dengan peningkatan taraf hidup petani. Menurutnya, status sebagai lumbung pangan tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik.

Ia menegaskan, petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari meningkatnya produksi. Dukungan nyata seperti kemudahan akses pupuk, perbaikan sistem irigasi, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern dinilai menjadi kunci.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, Kampuh Welding Cikarang Gelar Pelatihan Kredensial Mikro 2026

“Kemandirian pangan bukan hanya soal produksi dan distribusi. Petani sebagai aktor utama harus mendapatkan manfaat lebih besar. Pendapatan mereka harus ikut meningkat,” tegasnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan adopsi teknologi dinilai penting agar sektor pertanian semakin efisien dan berdaya saing.

Setya Ari juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, dan petani harus diperkuat agar program berjalan optimal.

“Semua pihak perlu bergerak bersama. Dengan kolaborasi yang solid, kemandirian pangan bukan hanya target, tetapi bisa benar-benar terwujud dan memberi manfaat luas,” pungkasnya.

Sumber : METROJATENG.COM

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Di Balik Tumpukan Kayu dan Besi di Wadas, Ada Pertanyaan soal Asal Barang, Lahan, dan Perizinan

KARAWANG | Terastv.com — Aktivitas penampungan dan jual-beli material bekas berupa kayu, plywood, besi hingga pelat di Jalan Interchange Karawang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal