KARAWANG | Terastv.com – Bakal Calon (Bacalon) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Dusun 3 Cidampa, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Diding Haryono, menyatakan kesiapannya mengikuti pemilihan anggota BPD dengan mengusung visi mewujudkan BPD yang lebih transparan, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Keputusan Diding untuk maju didorong oleh keinginannya memperkuat peran BPD sebagai lembaga yang mampu mengawal jalannya pemerintahan desa sekaligus menjadi penyambung aspirasi masyarakat secara maksimal. Menurutnya, masih banyak aspirasi warga yang belum tersampaikan maupun terealisasi dengan baik.
“Motivasi saya maju karena masih banyak aspirasi masyarakat yang belum tersampaikan dengan baik. Saya ingin BPD benar-benar menjadi penyambung suara masyarakat, mulai dari RT, RW hingga seluruh lapisan masyarakat Desa Kutanegara,” ujar Diding.
Menurutnya, BPD tidak hanya memiliki fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dengan masyarakat sehingga setiap kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Salah satu perhatian yang akan diperjuangkannya adalah mendorong transparansi dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD). Diding menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai wujud komitmennya, Diding memperkenalkan program ASIAP, akronim dari Aspirasi, Sosialisasi, Implementasi, Apresiasi, dan Prestasi. Program tersebut dirancang sebagai sarana memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan BPD sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan warga secara lebih cepat dan efektif.
Tak hanya itu, Diding juga berencana menghadirkan layanan aspirasi berbasis digital melalui aplikasi maupun tautan khusus. Inovasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan usulan, keluhan, maupun laporan tanpa harus menunggu pelaksanaan forum musyawarah desa.
“Di era digital seperti sekarang, penyampaian informasi harus lebih cepat. Karena itu saya ingin menyiapkan aplikasi atau link aspirasi masyarakat agar setiap keluhan bisa segera diterima dan ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam program kerjanya, Diding juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. Ia meyakini pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi mitra BPD dalam memberikan gagasan, melakukan pengawasan sosial, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi demi kemajuan Desa Kutanegara.
Apabila dipercaya menjadi anggota BPD, Diding berkomitmen menjalankan tiga fungsi utama BPD secara profesional, yakni fungsi legislasi, fungsi pengawasan, dan fungsi penyaluran aspirasi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat akan menjadi salah satu prioritas yang terus diperjuangkannya.
Dukungan terhadap pencalonannya datang dari tokoh masyarakat Kalisempu, Dusun Cidampa 2, Desa Kutanegara, Suradi. Menurutnya, Diding merupakan sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat, cepat tanggap, dan dinilai mampu menjembatani berbagai aspirasi warga.
“Harapan masyarakat tentu bisa bekerja sama dengan warga dan mampu menjembatani setiap aspirasi. Menurut saya, Pak Diding pribadi yang cepat tanggap dan layak menjadi anggota BPD Desa Kutanegara,” ujar Suradi.
Suradi berharap, apabila terpilih nanti, Diding dapat lebih sering turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan para Ketua RT dan RW dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan desa.
Ia juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang hingga kini masih menjadi kebutuhan utama warga saat musim kemarau.
“Kalau jalan sudah cukup baik, listrik juga sudah masuk PLN. Yang masih menjadi persoalan adalah air ketika musim kemarau. Mudah-mudahan jika nanti terpilih, persoalan air bisa menjadi prioritas untuk diperjuangkan dan direalisasikan,” pungkasnya.***




