GoKar
Sabtu, Juli 18, 2026
spot_img

Subang Post Pertanyakan Akurasi Pemberitaan Elangmasnews soal Pengaduan ke Dewan Pers

KARAWANG | Terastv.com Pimpinan Redaksi Subang Post, Supriatno, menyampaikan klarifikasi dan sanggahan terhadap pemberitaan media Elangmasnews.com berjudul “PEMRED ELANG MAS NEWS Geram, Oknum Pemred Subang Post Dinilai Lebih Bela Pejabat Daripada Wartawan” yang terbit pada Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa laporan kepada Dewan Pers dilayangkan oleh Sacim Zein dari media Subang Post bersama beberapa pihak lainnya.

Atas hal itu, Supriatno menegaskan bahwa pengaduan yang disampaikan Sacim Zein ke Dewan Pers bukan dalam kapasitasnya sebagai perwakilan media Subang Post, melainkan mewakili aspirasi masyarakat Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, yang mempertanyakan aspek kode etik dalam pemberitaan tersebut.

Menurut Supriatno, langkah pengaduan ke Dewan Pers merupakan bagian dari mekanisme yang sah dalam penyelesaian sengketa pemberitaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya terkait pengawasan terhadap penerapan Kode Etik Jurnalistik.

“Perlu kami tegaskan bahwa pengaduan yang disampaikan Saudara Sacim Zein ke Dewan Pers bukan atas nama atau mewakili media Subang Post, melainkan sebagai bentuk aspirasi masyarakat Desa Jayamukti yang meminta penilaian Dewan Pers terkait aspek kode etik dalam pemberitaan tersebut,” ujar Supriatno yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang.

Baca Juga  Harkopnas ke-79 Karawang Mobilisasi 2.050 Anggota KDKMP Siap Wujudkan Koperasi Berdaya

Supriatno juga mengaku merasa heran atas pemberitaan Elangmasnews.com yang menyebut adanya sikap “oknum Pemred Subang Post” yang dinilai lebih membela pejabat daripada wartawan. Menurutnya, narasi tersebut tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya.

Sementara itu, Sacim Zein menyatakan bahwa pemberitaan yang memuat namanya dinilai keliru dan tidak memahami konteks persoalan yang sebenarnya.

Menurutnya, pengaduan yang ia sampaikan ke Dewan Pers murni berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dalam pemberitaan, bukan dalam kapasitas sebagai perwakilan media Subang Post.

“Pemberitaan yang menyebut saya melapor atas nama media Subang Post jelas tidak tepat. Saya menyampaikan pengaduan tersebut mewakili aspirasi masyarakat Desa Jayamukti yang mempertanyakan aspek kode etik pemberitaan,” kata Sacim Zein.

Baca Juga  Satlantas Polres Karawang Larang Mobil Pick Up Angkut Penumpang Demi Keselamatan

Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut didasari kepeduliannya sebagai putra kelahiran Desa Jayamukti yang masih memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi sosial di kampung halamannya.

“Saya lahir di Desa Jayamukti. Sebagai putra daerah, tentu saya masih memiliki kepedulian terhadap kondusivitas desa. Karena itu saya berharap setiap informasi yang beredar di ruang publik, khususnya terkait desa saya, tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang benar,” ujarnya.

Sacim Zein juga menyayangkan sikap redaksi Elangmasnews.com yang memuat pemberitaan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada dirinya sebagai hak jawab nara sumber.

“Di satu sisi nama saya disebut secara langsung dalam pemberitaan, tetapi saya tidak pernah dimintai klarifikasi sebelumnya. Padahal dalam prinsip jurnalistik, klarifikasi merupakan bagian penting untuk menjaga keberimbangan informasi,” tambahnya.

Redaksi Subang Post berharap polemik ini dapat disikapi secara profesional serta diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku di Dewan Pers, sehingga tetap menjaga marwah dan integritas dunia pers di Indonesia.

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Viral TKA China di Karawang, Imigrasi Tegaskan Seluruh Izin Kerja dan Dokumen Sudah Sesuai Aturan

KARAWANG | Terastv.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diduga bekerja sebagai pekerja...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal