Jakarta , terastv.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan kondisi pangan nasional, khususnya ketersediaan beras, berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, produksi beras nasional saat ini mencapai sekitar 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang rata-rata berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan.
Total ketersediaan beras nasional saat ini tercatat mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari stok pemerintah, cadangan yang dimiliki masyarakat, hingga potensi padi yang siap panen di berbagai daerah di Indonesia.
Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Menurutnya, berbagai program seperti pompanisasi serta penguatan sistem irigasi terus digencarkan untuk memastikan produktivitas pertanian tetap stabil, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi cuaca.
“Dengan produksi yang kuat dan langkah antisipasi yang telah dilakukan, ketersediaan pangan nasional diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 324 hari ke depan,” ujar Menteri Pertanian.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan produksi, pengelolaan stok yang baik, serta dukungan berkelanjutan kepada para petani di berbagai daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan pangan yang cukup, stabil, dan terjangkau dalam jangka panjang.
(Sumber: Kementerian Pertanian RI, 6 Maret 2026)




