KARAWANG – Belasan warga mengikuti kegiatan ngabuburit dengan menaiki bus wisata Kawista (Karawang Wisata Kota) yang diberangkatkan dari halte dekat Masjid Al‑Jihad Karangpawitan, Jumat (6/3/2026) sore.
Sekitar pukul 15.00 WIB, bus mulai bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat kota Karawang, di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Tujuh Pahlawan Revolusi (Tuparev), Jalan Kertabumi hingga kawasan niaga.
Sepanjang perjalanan, pemandu wisata Yuda Febrian menyampaikan berbagai cerita sejarah dan fakta menarik tentang kota yang dikenal sebagai Pangkal Perjuangan itu. Ia mengisahkan perkembangan kota, termasuk keberadaan bioskop pada masa lalu hingga bekas markas tentara PETA di kawasan Jalan Tuparev yang kini berubah menjadi pusat pertokoan.
Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal kisah romantisme legenda Nyi Subang Larang dan Raden Pamanah Rasa yang kemudian dikenal sebagai Prabu Siliwangi, melalui cerita sejarah di sekitar Masjid Agung Syekh Quro Karawang.
Dengan gaya penyampaian yang ringan dan mudah dipahami, suasana di dalam bus pun terasa santai dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan sambil menikmati perjalanan sore di tengah hiruk-pikuk kota.
Salah seorang peserta, Devi (30), mengaku mengetahui program Kawista dari rekannya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman menarik karena selain berkeliling kota juga menambah wawasan tentang sejarah dan budaya Karawang.
“Seru, kita jadi tahu budaya Karawang yang sebelumnya belum kita tahu. Jadi keliling kota juga, sekaligus menambah pengetahuan,” ujar Devi usai mengikuti kegiatan ngabuburit bersama Kawista.
Sementara itu, inisiator Karawang Walking Tour, Hana Nada, mengatakan kegiatan ngabuburit bersama Kawista merupakan bagian dari program pengembangan urban tourism yang diinisiasi Bupati Aep Syaepuloh.
Menurutnya, Kawista merupakan singkatan dari Karawang Wisata Kota, yakni program kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Karawang dengan Karawang Walking Tour yang digelar pada minggu kedua dan ketiga bulan Ramadan.
“Programnya Bupati Aep untuk mengenalkan urban tourism Karawang. Salah satunya melalui perjalanan bus Kawista ini,” kata Hana.
Ia menjelaskan, konsep urban tourism yang diperkenalkan mencakup wisata sejarah, budaya, kuliner, hingga kawasan destinasi perkotaan.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftar melalui formulir daring yang dibagikan di akun Instagram Karawang Walking Tour. Namun, jumlah peserta dibatasi karena kapasitas bus Kawista hanya tersedia sekitar 18 kursi.
Sumber: Kompas.com




