GoKar
Senin, Oktober 19, 2026
spot_img

Menkomdigi mengingatkan pembangunan jaringan harus berdampak untuk publik

Jakarta | Terastv.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata pada layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas.

Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi dari sejauh mana internet digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

“Saya terharu banyak masyarakat dari elemen sekolah, puskesmas, TNI, dan industri bekerja sama memudahkan langkah pemerintah memastikan konektivitas berjalan dengan baik,” kata Meutya dalam keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.

Pernyataan ini disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat.

Baca Juga  Poponcol Geruduk BPN Karawang, Desak Kepastian Sertifikat hingga Pertanyakan Siteplan Podomoro Parkland

Menurut Meutya, keberhasilan konektivitas diukur dari manfaat yang dirasakan sehari-hari. Misalnya siswa bisa mengakses materi belajar lebih luas dan tenaga kesehatan bisa melayani pasien dengan lebih cepat dan tepat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari banyak pihak,” tuturnya.

Ia menekankan konektivitas harus menjadi bagian dari layanan publik, bukan hanya pembangunan infrastruktur.

“Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat bisa terus berjalan untuk mengawal konektivitas kita semakin baik,” tegasnya.

Diketahui, Meutya mendorong transformasi layanan publik dengan memperluas akses ke ruang digital sehingga memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan dengan lebih optimal.

Meutya mengatakan layanan PANDAWA milik BPJS Kesehatan yang kini menghadirkan layanan administrasi 24 jam melalui kanal WhatsApp menjadi salah satu contoh perluasan layanan publik ke ruang digital.

Baca Juga  Aksi Jilid II Warga Poponcol: Siteplan Podomoro Parkland Dipersoalkan, PUPR Janji Turun ke Lokasi

“Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita,” ujar Meutya.

Ia mengatakan bahwa konektivitas digital nasional cukup akomodatif untuk mendukung perluasan layanan tersebut.

Di samping itu, berdasarkan riset, sebanyak 80,66 persen penduduk Indonesia atau sekitar 230 juta jiwa telah terhubung ke internet dan mayoritas menggunakan layanan komunikasi berbasis layanan mengirim pesan

Sumber : antaranews.com

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Di Balik Tumpukan Kayu dan Besi di Wadas, Ada Pertanyaan soal Asal Barang, Lahan, dan Perizinan

KARAWANG | Terastv.com — Aktivitas penampungan dan jual-beli material bekas berupa kayu, plywood, besi hingga pelat di Jalan Interchange Karawang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal