GoKar
Selasa, September 1, 2026
spot_img

Petani Karanganyar Diimbau Tak Panik Hadapi El Nino, Wajib Terapkan Pola Budidaya Hemat Air

KARANGANYAR | terastv.com  – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal, petani di Kabupaten Karanganyar diminta lebih disiplin dalam mengatur waktu tanam, mulai dari pengolahan lahan, penghematan air, hingga masa panen agar produksi tetap terjaga.

Hal ini tak lain karena Fenomena El Nino yang memicu perubahan pola cuaca menjadi perhatian serius di sektor pertanian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Karanganyar.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, meminta petani tetap tenang dan tidak panik menghadapi prediksi tersebut.

Baca Juga  GAMKI Karawang Gelar Maperta dan Konfercab II, Pipik Taufik Ismail Dorong Pemuda Kristen Berdampak

“Jadi untuk mengantisipasi el nino, kita sampaikan ke petani, untuk tetap bersabar menghadapi berita ini, karena prediksi bisa berubah, tergantung iklim dan cuaca,” kata Feriana, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan, kondisi cuaca masih sangat dinamis sehingga petani tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan yang berlebihan.

Langkah Antisipasi Ini Wajib Dilakukan

Sebagai langkah antisipasi, petani diminta mulai menerapkan pola budidaya hemat air.

Pengelolaan air menjadi faktor penting agar tanaman tetap tumbuh optimal di tengah potensi berkurangnya curah hujan.

Selain itu, penggunaan teknik irigasi yang efisien juga dianjurkan.

Baca Juga  Reses H. Karsim di Kalangsurya: Warga Sampaikan Aspirasi Pertanian hingga Infrastruktur Lingkungan

Petani disarankan memilih benih padi berumur genjah atau tanaman yang cepat panen seperti M70D dan Cakrabuana yang dinilai lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Feriana kembali menekankan pentingnya kedisiplinan dalam seluruh tahapan tanam sebagai kunci menjaga produktivitas.

“Petani harus menghemat air, budidaya hemat air, bisa pengairan macam-macam, padi kalau kebanyakan air justru tidak bagus juga , tapi harus diatur airnya sehemat mungkin, serta menggunakan benih yang tahan kekeringan dan berumur genjah,” ungkap dia.

Dengan langkah tersebut, diharapkan produksi pertanian tetap stabil meski dihadapkan pada perubahan iklim yang tidak menentu.

 

Sumber : Tribunnews.com

🔴 TERASTV.com – Dari Teras Digital Menyapa Publik • 📡 Menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya untuk semua kalangan • 🌐 Media digital independen yang mengedepankan fakta, etika, dan keberimbangan berita

Artikel Lainnya

Lelang Barang Rampasan Kejari Karawang, Wabup Maslani Incar Bus untuk Kepentingan Sosial

KARAWANG | Terastv.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang membuka lelang barang sitaan secara terbuka untuk masyarakat melalui portal resmi pemerintah, www.lelang.go.id. Beragam barang ditawarkan dalam...

Top News

Populer

Daerah

spot_imgspot_img

Pilihan Redaksi

spot_img

Lingkungan

Nasional

Kriminal